adada
Mega Kurnia Perkasa
+62 812 2222 3297

Masa Tanggap Darurat Bencana Ditutup, Bupati Eka Putra Apresiasi Seluruh Pihak

PEKATNEWS.COM- Masa Tanggap Darurat Bencana yang telah ditetapkan hari ini resmi ditutup Bupati Kabupaten Tanah Datar Eka Putra, S.E.,M.M. dalam rapat evaluasi masa tanggap darurat bencana alam pada Sabtu 27 Desember 2025 di Indo Jelito Batusangkar.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana alam saat itu Bupati Eka Putra sekaligus menetapkan masa transisi darurat pemulihan pasca bencana hingga akhir Juli 2026 mendatang. 

Pada kesempatan itu Bupati Eka Putra sampaikan apresiasi serta terima kasih kepada semua pihak yang telah bahu membahu, membantu dengan ikhlas penderitaan sesama anak bangsa yang tertimpa musibah banjir dan tanah longsor.

Bersama seluruh unsur yang terlibat baik TNI, Polri, Basarnas, PMI dan semua pihak terus berupaya melayani masyarakat yang terdampak dengan sepenuh hati, “Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada semuak pihak, baik itu donatur, TNI, Polri dan kepada semua unsur yang telah membantu masyarakat kita yang tertimpa bencana, dan kami atas nama pemerintah daerah dan pribadi juga menyampaikan permohonan maaf jika tidak maksimal berkoordinasi dengan Bapak, Ibuk semuanya yang telah berjibaku membantu masyarakat kita yang ditimpa musibah," ungkap Bupati Eka Putra.

Kalaksa dr. Ermon Reflin sampaikan laporan

Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Ahmad Fadly, Ketua DPRD Anton Yondra, Forkopimda, Kalaksa BPBD Tanah Datar Ermon Reflin, Sekda, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh pihak terkait penanggulangan bencana Tanah Datar. 

Diterangkan Bupati terkait Hunian Sementara (Huntara) yang diusulkan Pemerintah Daerah sebanyak 555 unit, namun setelah diverifikasi hanya 129 unit yang lolos dan itu juga menyangkut ketersediaan lahan yang disiapkan oleh nagari-nagari terdampak.

Hingga saat ini baru 40 persen progresnya berjalan dimana saat ini sudah mulai dikerjakan di Nagari Bungo Tanjung Kecamatan Batipuh dan selanjutnya akan bergeser ke Kecamatan Batipuh Selatan.

Untuk Hunian Tetap (Huntap) Bupati Eka Putra sampaikan jika progresnya dipercepat, dan diprioritaskan terlebih dahulu bagi yang rumahnya hanyut, hancur dan tertimbun material banjir bandang. Dan dari data Perkim LH ada 34 unit rumah yang hanyut ataupun hancur diterjang banjir bandang.

Disampaikan juga terkait pengungsi ada yang sudah kembali ke rumah keluarga dan kerumah yang sudah dibersihkan material banjir bandangnya, melihat kondisi yang sudah mulai membaik.

Saat itu dalam laporannya Kalaksa BPBD dr. Ermon Reflin menyampaikan jumlah pengungi terus berkurang dimana awalnya hampir 6.000 jiwa, terus berkurang hingga saat ini masih ada sebanyak 413 jiwa dan itu dipantau di dua kecamatan dan juga sudah mandiri, ungkapnya.(Rizal).foto doc.ProkopimTD.